Mari Berenang Bersama Hiu Paus Kwatisore-Papua

oskar

Oleh Oskar Hamberi

 

Potensi kekayaan laut Papua sangat besar dan kaya akan keanekaragaman kehidupan bawa lautnya, serta daerah perkunjungan pariwisata pahari pun meningkat sebagai sesuatu yang benar-benar mengagumkan nama Indonesia di mata dunia.

Namun terkadang ketika kita membicarakan wisata bahari di Papua, selalu saja Raja Ampat yang akan menjadi topik pembicaraan, sedangkan tempat-tempat yang lain di Papua tidak kita ketahui. Padahal banyak sekali wisata pantai di Papua yang memiliki eksotisme keunikan tersendiri dibandingkan Raja Ampat. Dan salah satunya adalah “Hiu-Paus“, yang terletak di kampung Kwatisore, Nabire Papua”.

hiu

Hiu Paus atau Rhincodon typus (bahasa latin) adalah ikan pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Cucut ini mendapatkan namanya (Ingg.: whale shark) karena ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus.
Hiu Paus ini memang benar-benar sangat menakjubkan bagi siapa saja karena dia sangat jinak dan tidak berbahaya untuk manusia. Dan dalam bahasa daerah kampung kwatisore, kerap kali di panggil “Hinio Tanibre” (Bahasa Suku Yaur), yang dimana Hinio Tanibre tersebut sangat bersahabat dengan masyarakat. Dulunya Hiu Paus ini dianggap ikan dewa atau hantu laut karena disaat masyarakat melaut, terkadang dia muncul dengan tiba-tiba di depan perahu masyarakat.

Kini secara tidak sadar oleh masyarakat kwatisore, Hiu Paus yang hanya memangsa plankton, udang dan ikan-ikan kecil di perairan laut Kwatisore teluk Cendrawasih ini telah menjadi potensi objek wisata selam yang unik dan menakjubkan sehingga menjadi daya tarik bagi para peniliti spesies laut dan wisata, serta menyimpan potensi budaya lokal masyarakat Kwatisore yang tinggi pula, dan dikenal sebagai salah satu lokasi kunjungan terfavorit bagi wisatawan lokal, regional dan mancanegara saat ini.
Bagi wisataan yang akan berkunjung ke kwatisore, harus ke kota Nabire terlebidahulu dan berangkat dari sana dengan spit boad dalam waktu kurang lebih 1 jam dari pantai Nabire. Setelah tibah, langsung menuju ke penginapan Kali Lemon-Resort (Milik Bram Maruanaya) yang ditemani Daud Yamban dkk (Warga Kwatisore). Di penghinapan tersebut, telah menyiapkan sejumlah peralatan menyelam di sebuah kapal cepat, serta beberapa spit boad untuk kelancaran aktivitas penyelaman bersama Hiu Paus nantinya.

Hiu Paus di kwatisore ini kerap dalam jumlah yang cukup banyak, yakni antara 4-6 individu, dan dapat diamati hingga 2 jam di bagan-bagan ikan puri yang tersebar di sekitar perairan Kwatisore. Dan di sana nanti, wisatawan bisa menyelam atau berinteraksi langsung bersama Hiu Paus yang sangat jinak, dan benar-benar menyenangkan.

Melihat hal ini, setiap kita yang suka akan wisata laut atau pantai (wisata bahari), jangan sampai ketinggalan dengan objek wisata satu ini, sebab terjamin akan menyenangkan bagi kita yang datang dan berenang langsung bersama Hiu Paus tersebut. Benar-benar menakjupkan bukan ?
Diketahui juga bahwa perairan kwatisore termasuk bagian dari Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang luasnya mencapai 1,4 juta hektar. Kawasan itu meliputi dua kabupaten, yakni Teluk Wondama dan Nabire. Untuk itu, marilah kita menjaga hiu-paus dengan baik dan bersahabat agar tetap hidup di perairan kwatisore sebagai wisata baharai yang berpotensi kelas dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s